• PEDOMAN SIBER
  • REDAKSI Gempar News
GEMPAR NEWS
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • DAERAH
    • METRO
    • INFO DESA
  • ADVERTORIAL
    • OLAHRAGA
    • BUDAYA
    • PEMERINTAHAN
    • TNI-POLRI
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • DAERAH
    • METRO
    • INFO DESA
  • ADVERTORIAL
    • OLAHRAGA
    • BUDAYA
    • PEMERINTAHAN
    • TNI-POLRI
No Result
View All Result
GEMPAR NEWS
No Result
View All Result
  • HOME
  • NASIONAL
  • POLITIK
  • HUKUM
  • EKONOMI
  • KESEHATAN
  • PENDIDIKAN
  • DAERAH
  • ADVERTORIAL

Kenapa Sekarang Turbulensi Jadi Lebih Sering Terjadi?

Juni 7, 2024
in ADVERTORIAL
Kenapa Sekarang Turbulensi Jadi Lebih Sering Terjadi?
180
SHARES
599
VIEWS
Share on FacebookShare on WhatsappShare on Twitter
Mengapa turbulensi sering terjadi saat ini meski cuaca cerah? (Foto: Pexels/Pixabay)

Sejak beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan peristiwa turbulensi parah yang dialami maskapai Singapore Airlines.

Para penumpang menggambarkan kejadian tersebut sangat dramatis dan kacau balau. Penerbangan pesawat SQ321 yang membawa 229 penumpang dan awak itu, awalnya berjalan normal.

Namun tiba-tiba, pesawat yang tengah terbang dari London ke Singapura ini menukik tajam dari ketinggian pada ketinggian 37.000 kaki dari London ke Singapura.

Selain SQ, beberapa hari kemudian, Qatar Airways juga mengalami turbulensi. Penerbangan QR017 dengan Boeing 787 Dreamliner ini terbang dari Doha ke Dublin dan berhasil mendarat dengan selamat.

Baca Juga: 10 Rute Penerbangan dengan Turbulensi Terhebat di Dunia

Apa itu turbulensi?
Umumnya, turbulensi terjadi karena pertemuan udara pada temperatur, tekanan, atau kecepatan yng berbeda satu sama lain.

Selain itu, fenomena guncangan di pesawat juga bisa terjadi karena faktor cuaca dan geografis, misalnya saat pesawat melintasi badai petir, awan, dan pegunungan.

Meski biasanya faktor cuaca buruk jadi penyebab paling umum untuk turbulensi, di tengah cuaca cerah gangguan ini juga bisa terjadi.

Dan Bubb, mantan pilot yang kini menjadi ahli sejarah penerbangan di University of Nevada mengungkapkan, fenomena ini disebut sebagai clear-air turbulence.

Kepada Mashable, dia menyebut, clear-air turbulence disebabkan oleh ketidakstabilan udara akibat pesawat komersil yang terkadang terbang di altitude yang lebih tinggi.

Turbulensi bisa terjadi kapan saja termasuk di cuaca cerah (Foto: Unsplash/ Aleksei Zaitcev)

Sesuai namanya, clear-air turbulence ini terjadi di cuaca yang cerah maka ‘bahaya’ ini tak terlihat dari kokpit dan bahkan tak terdeteksi di radar cuaca di pesawat.

Marco Chan, mantan pilot komersial dan dosen penerbangan di Buckinghamshire New University mengungkapkan bahwa melintasi beberapa area juga bisa menyebabkan fenomena ini, misalnya melintas di atas Teluk Benggala.

Baca Juga:

Kadis PU Makassar Zuhaelsi Zubir, Melepas Peserta Jalan Sehat PORSENI IV HIKMA

Kadis PU Makassar Zuhaelsi Zubir, Melepas Peserta Jalan Sehat PORSENI IV HIKMA

Agustus 25, 2025
UMKM EXPO 2024, Hadir dan Ramaikan!

UMKM EXPO 2024, Hadir dan Ramaikan!

November 26, 2024
The Suites, Kamar Premium Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf

The Suites, Kamar Premium Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf

November 26, 2024
Unveiling The Magic Of Pakar Jiwa 2024

Unveiling The Magic Of Pakar Jiwa 2024

November 26, 2024

“Insiden Singapore Airlines terjadi di zona konvergensi antartropis, di mana badai petir lebih sering terjadi.”

“Badainya sendiri muncul di navigasi pilot, tapi seringkali tidak mungkin bisa sepenuhnya menghindari gugus badai yang bisa membentang lebih dari 50 mil di atas laut,” katanya dikutip dari Guardian.

Baca Juga: Daftar 50 Restoran Terbaik di Dunia 2024

Krisis Iklim Global
Lebih jauh dari penyebab alam seperti cuaca buruk, peneliti dari University of Reading menyebut bahwa saat ini krisis iklim global menjadi penyebab banyaknya turbulensi.

Dalam jurnal Nature, Paul Williams, sang peneliti menyebut bahwa temperatur bumi yang semakin memanas karena global warming akan berkontribusi pada peningkatan turbulensi pesawat.

Mengutip Smithsonian, dalam studi yang dimuat di Advancing Earth and Space Sciences pada 2023, menyebut ada 55 persen peningkatan kasus turbulensi sejak 1979-2020.

Baca Juga: Marriott Buka Resor Baru di Lampung

Clear air turbulence saat ini diprediksi bakal lebih sering terjadi (Foto: Unsplash/Ross Parmly)

“Saya hanya bilang, jika Anda merasakan 10 menit turbulensi di masa lalu, maka bisa jadi meningkat 20-30 menit di masa depan,” katanya.

Williams mengatakan bahwa peningkatan frekuensi kasus ini hampir pasti terjadi karena pengaruh perubahan iklim yang memperkuat jet stream (aliran angin yang bergerak sangat cepat dan berkelok seperti sungai) yang menyebabkan turbulensi.

Di atmosfer, udara yang lebih hangat akan menampung banyak uap air. Ini akan menyebabkan suhu jadi lebih panas dan perbedaan suhu udara makin tinggi.

Udara yang lebih hangat kini meningkatkan jumlah pergeseran angin, perbedaan kecepatan angin pada ketinggian yang berbeda di dalam jet stream.

Ketika pesawat berada di dekat jet stream maka risiko turbulensi akan terjadi. 

Para peneliti juga memperkirakan bahwa turbulensi parah akan meningkat dibanding frekuensi ringan dan sedang di masa mendatang.

Sejak beberapa waktu lalu, dunia dikejutkan dengan peristiwa turbulensi parah yang dialami maskapai Singapore Airlines.

Para penumpang menggambarkan kejadian tersebut sangat dramatis dan kacau balau. Penerbangan pesawat SQ321 yang membawa 229 penumpang dan awak itu, awalnya berjalan normal.

Namun tiba-tiba, pesawat yang tengah terbang dari London ke Singapura ini menukik tajam dari ketinggian pada ketinggian 37.000 kaki dari London ke Singapura.

Selain SQ, beberapa hari kemudian, Qatar Airways juga mengalami turbulensi. Penerbangan QR017 dengan Boeing 787 Dreamliner ini terbang dari Doha ke Dublin dan berhasil mendarat dengan selamat.

Baca Juga: 10 Rute Penerbangan dengan Turbulensi Terhebat di Dunia

Apa itu turbulensi?
Umumnya, turbulensi terjadi karena pertemuan udara pada temperatur, tekanan, atau kecepatan yng berbeda satu sama lain.

Selain itu, fenomena guncangan di pesawat juga bisa terjadi karena faktor cuaca dan geografis, misalnya saat pesawat melintasi badai petir, awan, dan pegunungan.

Meski biasanya faktor cuaca buruk jadi penyebab paling umum untuk turbulensi, di tengah cuaca cerah gangguan ini juga bisa terjadi.

Dan Bubb, mantan pilot yang kini menjadi ahli sejarah penerbangan di University of Nevada mengungkapkan, fenomena ini disebut sebagai clear-air turbulence.

Kepada Mashable, dia menyebut, clear-air turbulence disebabkan oleh ketidakstabilan udara akibat pesawat komersil yang terkadang terbang di altitude yang lebih tinggi.

Turbulensi bisa terjadi kapan saja termasuk di cuaca cerah (Foto: Unsplash/ Aleksei Zaitcev)

Sesuai namanya, clear-air turbulence ini terjadi di cuaca yang cerah maka ‘bahaya’ ini tak terlihat dari kokpit dan bahkan tak terdeteksi di radar cuaca di pesawat.

Marco Chan, mantan pilot komersial dan dosen penerbangan di Buckinghamshire New University mengungkapkan bahwa melintasi beberapa area juga bisa menyebabkan fenomena ini, misalnya melintas di atas Teluk Benggala.

“Insiden Singapore Airlines terjadi di zona konvergensi antartropis, di mana badai petir lebih sering terjadi.”

“Badainya sendiri muncul di navigasi pilot, tapi seringkali tidak mungkin bisa sepenuhnya menghindari gugus badai yang bisa membentang lebih dari 50 mil di atas laut,” katanya dikutip dari Guardian.

Baca Juga: Daftar 50 Restoran Terbaik di Dunia 2024

Krisis Iklim Global
Lebih jauh dari penyebab alam seperti cuaca buruk, peneliti dari University of Reading menyebut bahwa saat ini krisis iklim global menjadi penyebab banyaknya turbulensi.

Dalam jurnal Nature, Paul Williams, sang peneliti menyebut bahwa temperatur bumi yang semakin memanas karena global warming akan berkontribusi pada peningkatan turbulensi pesawat.

Mengutip Smithsonian, dalam studi yang dimuat di Advancing Earth and Space Sciences pada 2023, menyebut ada 55 persen peningkatan kasus turbulensi sejak 1979-2020.

Baca Juga: Marriott Buka Resor Baru di Lampung

Clear air turbulence saat ini diprediksi bakal lebih sering terjadi (Foto: Unsplash/Ross Parmly)

“Saya hanya bilang, jika Anda merasakan 10 menit turbulensi di masa lalu, maka bisa jadi meningkat 20-30 menit di masa depan,” katanya.

Williams mengatakan bahwa peningkatan frekuensi kasus ini hampir pasti terjadi karena pengaruh perubahan iklim yang memperkuat jet stream (aliran angin yang bergerak sangat cepat dan berkelok seperti sungai) yang menyebabkan turbulensi.

Di atmosfer, udara yang lebih hangat akan menampung banyak uap air. Ini akan menyebabkan suhu jadi lebih panas dan perbedaan suhu udara makin tinggi.

Udara yang lebih hangat akan meningkatkan jumlah pergeseran angin, perbedaan kecepatan angin pada ketinggian yang berbeda di dalam jet stream.

Ketika pesawat berada di dekat jet stream maka risiko turbulensi akan terjadi. 

Para peneliti juga memperkirakan bahwa turbulensi parah akan meningkat dibanding frekuensi ringan dan sedang di masa mendatang.

The post Kenapa Sekarang Turbulensi Jadi Lebih Sering Terjadi? appeared first on DestinAsian Indonesia.

Post Views: 98
Previous Post

Daftar 50 Restoran Terbaik di Dunia 2024

Next Post

Deretan Warung Burbur Ayam di Jogja yang Viral dan Legendaris: Cocok untuk Wisata Kuliner Sambil Sarapan

Berita Lainnya:

Kadis PU Makassar Zuhaelsi Zubir, Melepas Peserta Jalan Sehat PORSENI IV HIKMA
ADVERTORIAL

Kadis PU Makassar Zuhaelsi Zubir, Melepas Peserta Jalan Sehat PORSENI IV HIKMA

Agustus 25, 2025
UMKM EXPO 2024, Hadir dan Ramaikan!
ADVERTORIAL

UMKM EXPO 2024, Hadir dan Ramaikan!

November 26, 2024
The Suites, Kamar Premium Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf
ADVERTORIAL

The Suites, Kamar Premium Royal Tulip Gunung Geulis Resort & Golf

November 26, 2024
Unveiling The Magic Of Pakar Jiwa 2024
ADVERTORIAL

Unveiling The Magic Of Pakar Jiwa 2024

November 26, 2024
Kolaborasi The Ritz Carlton Bali dan Missoni Hadirkan Resort Club Eksklusif
ADVERTORIAL

Kolaborasi The Ritz Carlton Bali dan Missoni Hadirkan Resort Club Eksklusif

November 25, 2024
Intensitas Hujan Meningkat, Warga Jogja yang Tinggal di Sekitar Perbukitan Diimbau Waspada Longsor
ADVERTORIAL

Intensitas Hujan Meningkat, Warga Jogja yang Tinggal di Sekitar Perbukitan Diimbau Waspada Longsor

November 25, 2024

Berita Terkini

Penilaian Akhir Tahun dan Pembagian Rapor Berlangsung Lancar, UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Penilaian Akhir Tahun dan Pembagian Rapor Berlangsung Lancar, UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Siap Sambut Tahun Ajaran Baru

Juni 7, 2026
Hardiknas 2026: UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Teguhkan Komitmen Melahirkan Generasi Unggul dan Berkarakter

Hardiknas 2026: UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Teguhkan Komitmen Melahirkan Generasi Unggul dan Berkarakter

Juni 7, 2026
Ujian Sekolah Berlangsung Sukses, Siswa Kelas IX UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Tunjukkan Semangat dan Integritas

Ujian Sekolah Berlangsung Sukses, Siswa Kelas IX UPT SPF SMP Negeri 52 Makassar Tunjukkan Semangat dan Integritas

Juni 7, 2026
SMP Negeri 12 Makassar Dipercaya Cetak Guru Profesional, Mahasiswa PPG UNM Turun Langsung ke Sekolah

SMP Negeri 12 Makassar Dipercaya Cetak Guru Profesional, Mahasiswa PPG UNM Turun Langsung ke Sekolah

Maret 12, 2026
Ramadan Penuh Berkah! SMP Negeri 50 Makassar Gelar “50 Gerakan Berbagi Takjil” untuk Masyarakat

Ramadan Penuh Berkah! SMP Negeri 50 Makassar Gelar “50 Gerakan Berbagi Takjil” untuk Masyarakat

Maret 4, 2026
Gerakan Bumi Al-Qur’an Menggema di SMP Negeri 50 Makassar! Target 50 Kali Khatam Bentuk Generasi Berkarakter Qur’ani

Gerakan Bumi Al-Qur’an Menggema di SMP Negeri 50 Makassar! Target 50 Kali Khatam Bentuk Generasi Berkarakter Qur’ani

Maret 4, 2026

Popular News

    • PEDOMAN SIBER
    • REDAKSI Gempar News

    © 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

    No Result
    View All Result
    • HOME
    • NASIONAL
    • POLITIK
    • HUKUM
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PENDIDIKAN
    • DAERAH
      • METRO
      • INFO DESA
    • ADVERTORIAL
      • OLAHRAGA
      • BUDAYA
      • PEMERINTAHAN
      • TNI-POLRI

    © 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.