GEMPAR NEWS_(Makassar, 27/10/2025) — Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Makassar terus berinovasi menuju visi besar 2026 dengan menjadikan gastronomi sebagai pilar utama branding kota. Dalam rapat bersama Tenaga Ahli Kepariwisataan, Syamsu Rijal, Kepala Dispar Achmad Hendra Hakamuddin menegaskan pentingnya menggali nilai budaya di balik kuliner khas Makassar.
“Coto bukan sekadar makanan, tapi identitas budaya Makassar. Cerita, filosofi, dan sejarahnya harus kembali diangkat,” ujar Syamsu Rijal menegaskan.
Mulai tahun 2026, Dispar Makassar menetapkan gastronomi sebagai prioritas utama, bukan sekadar promosi kuliner, tapi pembangunan identitas budaya lewat makanan. Program ini akan diwujudkan lewat kampanye kreatif di media sosial, podcast “Makassar Creative Hub”, dan festival kuliner bertema storytelling.
Achmad Hendra menambahkan, para pelaku kuliner lokal perlu memahami konsep gastronomi agar pengembangan kuliner lebih berkelanjutan dan bermakna.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar menjadikan Makassar sebagai “Kota Gastronomi Modern” — kota yang memadukan cita rasa, budaya, dan inovasi tanpa meninggalkan akar tradisinya. “Makassar siap mendunia lewat rasa dan cerita di setiap sajiannya,” tutup Hendra optimistis.
















